Puisi “Sajak Petani”
Misalkan lumbung padi setia menanti
sampai musim panen tahun ini,mungkin tak ada luka di pematang dan parit-parit
irigasi yang dipenuhi air mata lalu,anak-anak akan menabuh rindu sambil bermain
laying-layang sepanjang siang
Tapu cangkul terlanjur berkarat
sebab berasyang dikirim dari desa tetangga telah mengerringkan sawah-sawah dan
mematikan kerbau,serrta menggenangi lambung petani hingga menyisahkan risau
Dari balik gubuknya,petani bermimpi tua memberika
replica kemakmuran hanya replica dari batu,atau kayu itu pun hanya mimpi,
Seperti sepotong likisan gugusan
pulau-pulau yang hijau,yang subur tapi di huni oleh hama-hama yang bersarang di
hati tuan
Barangkali di dapur,istrinya sedang
menggerus nasib sambil menanak pasir yang selallu tuan taburkan di sawah
mereka,sehingga tumbuh menjadi dendam atau kembang kemiskinan






0 komentar:
Posting Komentar