Puisi “Aamsal burung”
By
: maung day
Pada remang senja yang gamang kau
ingin menjadi burung terbang di atas pagoda seperti balon udara di langit para
junta
Selai waktu kau tak ingin menjadi
burung sebab di padng ilalang ada moncong senapan dan sebutir kematian
Tapi kau teru berkicau di luar sarng
sambil menanam risau memupuk mimpi behari-hari
Di
perbatasan kau membangun sarang dari kata-kata dan letupan asa yang
tersentak
Samai jiwamu meruncing serupa bayonet
para serrdadu yang siaga di gerbang kota






0 komentar:
Posting Komentar