Puisi “Didepan Istana”
di atas kereta kencana,tanpa kuda memandangi hutan sialang habis
ditebang
Enam ekor rajawali bersarang di
kepalanya mengasah pedang bedil meriam bunting
Tanpa serdadu dan para pemburu
sebab
kuda di gardu jaga sudah menjelma arca dari batu dan perunggu
Irama obituary mengalun dari
gramofan tua manghibur anak cucu seharian di kuburan
Tikus liar dan serigala baersarang
di lancing tua mengerat karat mengali sumur manabung liur
Di bawah gapura sultan menancapkan bunga sambil
menampung air mata di cawan baja mengutuk para pendosa






0 komentar:
Posting Komentar