Puisi “Mencari Surga”
Mungkinkah waktu yang telah kulalui
selalu risau saat langkah kaki ini terpojok pada lubang yang salahsurga yang ku
gapai entah di mana
Bertahun-tahun kucari sambil
berkeliling mengikuti matahari
berselimut hujan sambil sambiol mengenggam awan wajahku ibu,tidak ssebersih harapanmu kadang
menciptakan reruntuhan hujan dank abut dari matamu yang galau
Waktu berlalu,aku lupa mencium
panggung tanganmu sementara gema takbir menyayat serpihan tubuh ini hingga kian
mengecil seperti lukisan pasir dalam kanvas putih
Hari-hari tercipta seperti musim
yang pergi begitu saja seperti kata-kata ku tulis terhapus percikan gelombang
sementara perahu yang kukayah masih belum berlabuh






0 komentar:
Posting Komentar