Rabu, 13 November 2013

Riwayat Cinta

Puisi “Riwayat Cinta”

Setiap kali mengamati sisa airmata di pipimu aku seperti menyelami sebuah danau yang hijau karena aku ikan yang merrayap di celah rerumputan sambil meniupkan gelembng-gelembung ke permukaan Karena kau seekor bangau yang menunggu

Hingga rintik gerrimis memaksaku menjadi nelayan yang termenung di atas sampan melemparkan jala ke setiap penjuru sambil berharap terrsangkut di reranting perdu karena kau setangkai bunga yang bisu

Dengan luka yang sama,kumaknai isyarat angin sampai burung-burung yang bersarang di kepalaku mengabarkan para peri mandi didanau
Aku ingin mencuri pelangi yang melilit tubuhmu sampai lanskap senja membentuk silhuetbmerah jambu

Akhirnya buah khuldi yang kau lempar selepas malam menancap dileherku.hingga terdengar parau untuk sekadar mengucap subuah kalimat cinta
Sebab kau ingiin aku kembali menjadi ikan yang merenangi setiap danau di tubuhmu


0 komentar: