Rabu, 13 November 2013

Langgam Kuala Cinta

Puisi “ Langgam Kuala Cinta”
By : variasi legenda putrid tujuh

Bagai si empang kuala di sarang umai,aku meliaht kilau tubuhmu serupa duyung tersuruk di lubuk.kaukah si mayang sari,mayang mengurai?
Mendendangkan pantun di bawah purnama,bibir delima,kulit sutera
Ohoi. . . hatiku berkecai di hulu sungai tersebab serumpun bunga tanjung menetak jantung

Lupakan tepak sirih,gambir,pinang,dan seserpih masa lalu aaku akan mencintaimu tanpa muslihat ,gendam,nujuman dengarlah dara cik sima ! sumpahku telah berkhir di hutan pinangan bersama rambutmu yang menjuntai di rimbun bakau hatiku galau,hatiku risau,cintaku

Jangan biarkan selat memeraholeh darah,dirajam amarah karna tiga purnama tak cukup untuk menghanyutkan cintaku di sungaimu yang dipenuhi uluh nperindu sampai kau dengar langgam angin yang bertiup dari hulu mengabarkan segala kisah tentang pangeran gelisah

Akan kulayari tujuh laut,tujuh pulau,sampai ke langit tujuh untuk menemukan jiwamu,cintaku.tanpa pedang dan kelewang lalu membawamu ke gua-gua tempat para dewa melabuhkan murka agar kembali menyatu dengan tubuh yang baku tersebab air mata telah menggarami duka rindu
Aku kan bertandang lagi,tanpa gendering perangg sebab di hulu umai,perahuku ingin melayari rahimmu sampai muara tempat kita menghanyutkan segala murka karena cinta

*legenda putrid tujuh adalah cerita asmaranda yang berkembang di pesisir riau,tentang asmara tak terbalas seorang pangeran empang kuala yang menyebabkan perang dan kematian tujuh putrid kerajaan seri bunga tanjung.puisi ini merupakan variasai dan antithesis dari cerita tersebut.


0 komentar: