Puisi “Musisi Tua”
Dari balik lensa matahari pagi aku
melihat jemarimu memetik sunyi menyusun beberapa simfoni di antara secangkir
kopi dan sekerat roti
Di sebuah kedai kursi bambu betung
menjelma panggung beriring tabuhan lautan dan deddaunan
Sepasang stiker kehidupan melekat di
lekuk gitarmu yang selalu gemetar saat menerjemahkan nada dengar suara samar
Menyanyikan perjalanan yang menjadi
kenangan tanpa luka mengarami cinta pada suatu masa






0 komentar:
Posting Komentar