Rabu, 13 November 2013

Amsal Perahu

Puisi  “Amsal Perahu”
By : Machzumi Dawood (alm)

Sebuah perahu kembali ke dermaga settelah menharungi lautan kata ombak sajak badai puisi berkawan matahari dan pelangi

Beerrsebati dengan karang para petualang sambil berbagi cerita tentang cinta tentang luka

Di setiap persinggahan mengabdikan imaji di ruang paling sunyi sambil bertopeng bulan* menulis sajak untuk dia *

Beertahun-tahun mengeja silsilah kata dan muasal tanda dalam jemari* ibu puisi
Tiba dibandar paling sepi ia berorasi*
Daiantara dua perahu*:
“krtika aku tak berdarah lagi sambutlah aku dalam tanah kosongMU”

0 komentar: