Puisi “Amsal Perahu”
By
: Machzumi Dawood (alm)
Sebuah perahu kembali ke dermaga
settelah menharungi lautan kata ombak sajak badai puisi berkawan matahari dan
pelangi
Beerrsebati dengan karang para
petualang sambil berbagi cerita tentang cinta tentang luka
Di setiap persinggahan mengabdikan
imaji di ruang paling sunyi sambil bertopeng bulan* menulis sajak untuk dia *
Beertahun-tahun mengeja silsilah
kata dan muasal tanda dalam jemari* ibu puisi
Tiba dibandar paling sepi ia
berorasi*
Daiantara dua perahu*:
“krtika aku tak berdarah lagi sambutlah aku
dalam tanah kosongMU”






0 komentar:
Posting Komentar