Puisi “Merindu Desa”
Tak ada lagi kokok ayam hutan
dibelukartempat kita dulu saling berbagi cerita tentang burung-burung yang
kabur dari sangkar,juga ikan-ikan berenang diair kerruh di semsk itu,kini hanya
ada punting ganja dan Viagra
Kerikil yang dari tanah lempung
menyimpan banyak cerita,tentang serrigala dan hantu pohon ara juga tujuh
bidadari di rawa-rawa yang menggangu tidur kita
Tak ada lagi buah onak yang biasa
kita kulum dengan penuh cinta sambil menunggu semua mimpi yang terpengal sejak
pagi
Dimasa kecil aroma kebun dan lembutnya
embun seakan begitu magis menyihir lading-ladang dan rerumputan menjadi
hamparan puisi yang hijau






0 komentar:
Posting Komentar