Rabu, 13 November 2013

Merindu Desa

Puisi  “Merindu Desa”

Tak ada lagi kokok ayam hutan dibelukartempat kita dulu saling berbagi cerita tentang burung-burung yang kabur dari sangkar,juga ikan-ikan berenang diair kerruh di semsk itu,kini hanya ada punting ganja dan Viagra

Kerikil yang dari tanah lempung menyimpan banyak cerita,tentang serrigala dan hantu pohon ara juga tujuh bidadari di rawa-rawa yang menggangu tidur kita

Tak ada lagi buah onak yang biasa kita kulum dengan penuh cinta sambil menunggu semua mimpi yang terpengal sejak pagi

Dimasa kecil aroma kebun dan lembutnya embun seakan begitu magis menyihir lading-ladang dan rerumputan menjadi hamparan puisi yang hijau


0 komentar: