Rabu, 13 November 2013

Kuambil Rembulan di Jantungmu

Puisi  “Kuambil rembulan Di jantungmu”
:yang terhormat arwah raja Ali haji

Waktu.itulah telah membawaku mengarungi gemuruh bahasa sambil mendidihkan kata-kata
setiap bahasa memiliki tanda koma titik dan tanda baca etimologi itu
tumbuh dari kesunyian yang menggenang dalam ceruk kehidupan
kita hanya bertemu dalam baying-bayang tanpa pernah mengarungi hujan dan menjerang di bukit-bukit puisi atau gunung-gunung prosa
kubaca lagi gurindam yang telah lama diam dalam kesepian sambil mengeja surga neraka
di samping kitab suci ku ziarahi diriku yang telah lama berserak di anrata buku-buku di dalam lemari tanpa kaca
bukan sekedar eulogi kembali kutaburkan serpihan kata-kata lewat angin yang berhembus menjelang adzan subuh mengemasi malam rapuh.

Rembulan tumbuh didadamu
gurindam bersemai di celah-celah jantungmu dan berakar hingga disudut-sudut jemari.
”barang siapa memetik dan mengkaji buahnya takkan tersesat di padang kata”

Petuah melayu.mengatar rindu pada persinggahan-persinggahan waktu
sebelum mengelana di jalan-jalan yang memanjang sepanjang peradaban
berbaur bersama kepingan-kepingan cahaya yang memedar dari serpihan kehidupan
kembali kupahat rembulan yang mengapung sehabis gerimis mengetuk pagi

kemudian kuambil rembulan yang tumbuh di jantungmu.

0 komentar: