Puisi “ Disungai Duku”
Setelah jalan dan jembatan apa lagi
yang menghantuimu? Tak ada kapal-kapal masih setia memuntahkan orang dan barang
Arus sungai tetap jadi idola para
pengembara yang mencintai sunyi menuju siak,bengkalis dan meranti hingga natuna
dan malaka
Diseberang,para perempuan masih kuat
mendayung sampan sambil menghitung rentang usia dan uban dikepala dari subuh
sampai senja
Apa lagi yang menghantuimu? Para
nelayan masih menjala ikan sebab di sungai ia bisa menumpuk mimpi
Seddangkan abrasi hanya sekedar mengecup
bibirmu yang gambut bersama para penyeludup mengendap-endap barangkali,kau
perlu curiga pada kota yang meninggalkan melupakan






0 komentar:
Posting Komentar