Senin, 19 Mei 2014

puisi musisi tua

Puisi “Musisi Tua”

Dari balik lensa matahari pagi aku melihat jemarimu memetik sunyi menyusun beberapa simfoni di antara secangkir kopi dan sekerat roti

Di sebuah kedai kursi bambu betung menjelma panggung beriring tabuhan lautan dan deddaunan

Sepasang stiker kehidupan melekat di lekuk gitarmu yang selalu gemetar saat menerjemahkan nada dengar suara samar

Menyanyikan perjalanan yang menjadi kenangan tanpa luka mengarami cinta pada suatu masa

Disepanjang dawai ada cerita tesembunyi yang mengalun merdu dalam lagu sendu serrupa duka rindu

0 komentar: