Puisi “Ketika lampu padam”
Kulihat siluet matamu
Menyala dibalik pintu
Ada sepaasang curiga
Seperti para peronda
Digardu jaga
Langkah kaki ini
Berdetak seperti arloji
Menghilang diserambi
Bersama sebatang korek api
Menyala ganjil
Hembusan angin di jendela
Meniupkan bising malam
Dan pijar bintang
Bersiul digalaksi
Paling sepi
Berapa lama lagi
aku harus menunggu
Sambil mengeja rindu
Yang terselip dikoran minggu
Sebab masih ada cemburu
Yang menghantui
Letupan-letupan imaji
Seperti riwayat gunung apai
Ketika mati suri






0 komentar:
Posting Komentar